METRO TIMUR – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Metro yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah UM Metro Kelompok 3 melaksanakan revitalisasi Musholla Al-Qodar di Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Revitalisasi dilakukan melalui gotong royong membersihkan lingkungan musholla, penataan fasilitas, pemasangan plang identitas Musholla Al-Qodar, serta pemasangan stiker doa sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman, tetapi juga menghadirkan suasana edukatif bagi jamaah.
Stiker doa yang dipasang meliputi doa masuk dan keluar masjid serta doa masuk dan keluar toilet. Media sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk membiasakan diri membaca doa dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua KKN Muhammadiyah UM Metro Kelompok 3, Titi Sari Dewi Fatimah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menggabungkan kepedulian lingkungan dengan nilai keagamaan.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya terlihat dari perubahan lingkungan musholla, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat terus digunakan masyarakat. Selain membersihkan dan memasang plang, kami juga memasang stiker doa sebagai pengingat dan media edukasi bagi jamaah,” ujarnya.
Takmir Musholla Al-Qodar, Nursin Effendi, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 3. Menurutnya, kehadiran mahasiswa membantu masyarakat dalam menata kembali lingkungan musholla.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu membersihkan dan menata Musholla Al-Qodar. Pemasangan plang dan stiker doa juga sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak yang datang ke musholla,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PAI UM Metro dalam KKN Kelompok 3 berharap masyarakat dapat terus menjaga kebersihan dan fasilitas Musholla Al-Qodar. Revitalisasi tersebut juga menjadi upaya menanamkan nilai keagamaan melalui media edukatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
kontributor: (pai/titisari)
