METRO –  Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Metro mengikuti kuliah umum bertema “Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah dan Akreditasi Jurnal Ilmiah” di Gedung A.R. Fachruddin UM Metro, Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si. Dalam sambutannya, ia mendorong para dosen untuk terus meningkatkan hasil karya ilmiah sekaligus menjaga integritas dalam proses akademik.

Kuliah umum ini menghadirkan Dr. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa integritas akademik harus menjadi napas utama dosen dalam menulis, meneliti, dan memublikasikan karya ilmiah.

Menurutnya, dosen tidak cukup hanya mengejar publikasi untuk kenaikan pangkat atau jabatan akademik. Lebih dari itu, karya ilmiah harus dipahami sebagai sumbangan pengetahuan bagi masyarakat luas.

“Ketika Ibu Bapak menulis publikasi ilmiah atau melakukan riset, maka nilai yang pertama harus dimiliki adalah kejujuran,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan enam nilai penting dalam integritas akademik, yakni kejujuran, kepercayaan, keadilan, kehormatan, tanggung jawab, dan keteguhan hati. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi agar karya ilmiah tidak kehilangan marwahnya.

Bagi dosen PAI UM Metro, pesan ini menjadi pengingat penting bahwa karya ilmiah tidak hanya berhubungan dengan angka kredit, tetapi juga amanah keilmuan. Dalam tradisi pendidikan Islam, ilmu harus dijaga dari kebohongan, rekayasa, dan penyimpangan.

Dr. Samsuri turut mengingatkan bahaya pelanggaran integritas akademik, seperti fabrikasi, falsifikasi, dan plagiarisme. Fabrikasi merupakan pembuatan data penelitian atau informasi fiktif, sedangkan falsifikasi adalah rekayasa data atau informasi hasil penelitian. Keduanya dinilai sangat berbahaya karena dapat menyesatkan pembaca dan menjadi rujukan keliru dalam dunia akademik.

Melalui kegiatan ini, dosen PAI UM Metro diharapkan semakin kuat dalam membangun budaya akademik yang jujur, bertanggung jawab, dan bermartabat. Karya ilmiah yang lahir dari integritas bukan hanya memperkaya akreditasi jurnal, tetapi juga menjadi cahaya pengetahuan yang memberi manfaat bagi umat dan masyarakat. (pai/aw)