MAKKAH – Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Metro, Rika Amalia, M.Pd., mengikuti hari pertama pelatihan intensif dalam program persiapan guru Bahasa Arab bagi penutur asing di Universitas Umm Al-Qura, Makkah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad, 19-30 Juli 2026 M.

Pelatihan dimulai pukul 08.00 pagi waktu setempat. Karena lokasi pelatihan peserta perempuan berbeda dan lebih jauh dibandingkan peserta laki-laki, para peserta sepakat untuk berkumpul sejak pukul 07.00 pagi. Rombongan kemudian berangkat menggunakan bus dan menempuh perjalanan sekitar setengah jam menuju kampus khusus perempuan Universitas Umm Al-Qura.

Setibanya di kampus, para peserta disambut hangat oleh petugas penerima tamu dan penjaga gerbang. Sambutan tersebut menjadi kesan pertama yang menyenangkan bagi peserta. “Selamat datang di Makkah, semoga Allah menghidupkan kalian dengan kebaikan,” demikian sapaan yang disampaikan petugas kepada para peserta.

Pada hari pertama, materi pelatihan berfokus pada Ilmu Fonetik atau Ashwāt yang disampaikan oleh Dr. Badriyah, dosen Universitas Umm Al-Qura. Pembelajaran berlangsung hangat, penuh semangat, dan disertai suasana kekeluargaan. Peserta juga menerima tas perlengkapan pelatihan serta jamuan kopi Arab dan makanan ringan.

Dalam materi tersebut, peserta mempelajari bahwa bunyi merupakan salah satu unsur utama bahasa selain kosakata dan struktur bahasa. Dr. Badriyah menjelaskan perbedaan antara huruf sebagai simbol tertulis dan bunyi sebagai pelafalan dari huruf tersebut.

Pembelajaran juga menekankan empat langkah utama dalam pengajaran bunyi, yaitu mendengarkan, membandingkan, membedakan, dan melafalkan. Pengajaran bunyi tidak dilakukan secara terpisah, tetapi melalui dialog, ungkapan, dan kosakata agar peserta memahami bahwa kesalahan pengucapan dapat mengubah makna.

Melalui pelatihan ini, Rika Amalia, M.Pd., diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik dan pedagogik dalam pembelajaran Bahasa Arab, khususnya bagi pengembangan mahasiswa Prodi PAI UM Metro. Pengalaman belajar di Makkah ini menjadi ruang berharga untuk memperluas wawasan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membawa inspirasi baru bagi penguatan pendidikan Islam di kampus. (pai/aw)